Dasar-dasar dalam membuat web
Beberapa hal dasar yang di perlukan
dalam membuat sebuah web adalah HTML, CSS, PHP, Java Script, dan database(SQL).
Berikut penjelasannya:
A. HTML adalah singkatan
dari Hypertext Markup Language.
Disebut hypertext karena di dalam
HTML sebuah text biasa dapat berfungsi lain, kita dapat membuatnya
menjadi link yang dapat berpindah
dari satu halaman ke halaman lainnya hanya dengan meng-klik text tersebut. Kemampuan text inilah yang
dinamakan hypertext,
walaupun pada implementasinya nanti tidak hanya text yang dapat dijadikan link.
Disebut Markup Language karena
bahasa HTML menggunakan
tanda (mark), untuk menandai bagian-bagian dari text.
Misalnya, text yang berada di antara tanda tertentu akan menjadi tebal, dan
jika berada di antara tanda lainnya akan tampak besar. Tanda ini di kenal
sebagai HTML tag.
HTML bukanlah bahasa
pemrograman (programming language), tetapi bahasa markup (markup language), hal ini terdengar sedikit aneh, tapi
jika anda telah mengenal bahasa pemrograman lain, dalam HTML tidak akan
ditemukan struktur yang biasa di temukan dalam bahasa pemrograman seperti IF, LOOP, maupun variabel. HTML hanya sebuah bahasa
struktur yang fungsinya untuk menandai bagian-bagian dari sebuah halaman.
B. Dalam
bahasa bakunya, seperti di kutip dari wikipedia, CSS adalah “kumpulan kode yang digunakan untuk mendefenisikan desain dari bahasa
markup” , dimana bahasa markup ini salah satunya
adalah HTML.
Untuk
pengertian bebasnya, CSS adalah kumpulan kode program yang digunakan
untuk mendesain atau mempercantik tampilan halaman HTML. Dengan CSS kita bisa
mengubah desain dari text, warna, gambar dan latar belakang dari (hampir) semua
kode tag HTML.
CSS biasanya selalu
dikaitkan dengan HTML, karena keduanya memang saling melengkapi. HTML ditujukan
untuk membuat struktur,
atau konten dari halaman web. Sedangkan CSS digunakan untuk tampilan dari halaman web
tersebut. Istilahnya, “HTML for content, CSS for Presentation”.
C. PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk
pengembangan web. Selain itu, PHP juga bisa digunakan sebagai bahasa
pemrograman umum (wikipedia). PHP di
kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus
Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The
PHP Group. Situs resmi PHP beralamat di http://www.php.net.
PHP disebut
bahasa pemrograman server side karena PHP diproses pada komputer
server. Hal ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side
seperti JavaScript yang diproses pada web browser (client).
Saat ini PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext
Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana kepanjangannya
terdiri dari singkatan itu sendiri: PHP: Hypertext Preprocessor.
D. JavaScript adalah bahasa
pemrograman web yang bersifat Client Side Programming
Language. Client Side
Programming Language adalah tipe bahasa pemrograman yang
pemrosesannya dilakukan oleh client.
Aplikasi client yang dimaksud merujuk kepada web browser seperti Google
Chrome dan Mozilla Firefox.
Bahasa
pemrograman Client Side berbeda dengan
bahasa pemrograman Server Side seperti
PHP, dimana untuk server side seluruh kode
program dijalankan di sisi server.
Untuk
menjalankan JavaScript, kita hanya
membutuhkan aplikasi text editor dan web browser. JavaScript memiliki
fitur: high-level programming language, client-side, loosely
tiped dan berorientasi objek.
E. Banyak
pendapat jika menyangkut tentang pengertian database, berbagai textbook dan
pendapat para expert di dunia database. Namun agar tidak terlalu pusing,
marilah kita ambil saja pendapat Wikipedia: “A database is an organized
collection of data”. Dengan terjemahan bebasnya, Database adalah
kumpulan data yang terorganisir.
Tidak peduli apakah data ini
tersimpan dalam bentuk kertas atau file komputer, selama data ini tersusun
dalam aturan dan untuk keperluan tertentu, dapat disebut sebagai database.
Namun biasanya jika kita menyebut database, hal ini merujuk kepada kumpulan
data yang disimpan secara elektronik dalam komputer.
Pengertian Database Model
Sekali lagi, mari kita
kutip Wikipedia : A database model is the theoretical foundation of a database and
fundamentally determines in which manner data can be stored, organized, and
manipulated in a database system. Artian bebasnya, database model adalah teori seputar
bagaimana data itu akan disimpan, disusun, dan dimanipulasi dalam sebuah sistem
database.
Dari awal konsep database mulai
banyak digunakan (sekitar tahun 1960an – di amerika sana), berbagai teori
dikemukakan tentang bagaimana cara menyajikan data agar mudah digunakan. Mudah
digunakan disini mencakup: membuat, membaca, memperbaharui, dan menghapus data,
atau istilah kerennya : CRUD (Create, Read, Update and Delete).
Mulailah berkembang berbagai
database model, dari Flat
model, Hierarchical model, Network model, hingga Relational model. Flat model
adalah istilah lain dari tabel sederhana seperti di microsoft excel, tanpa
aturan dan cara penulisan tertentu. Dalam Hierarchical model, data disusun
seperti pohon terbalik, sehingga data terorganisasi dari atas ke bawah. Model
database ini digunakan pada sistem database awal, seperti Information
Management System (IMS) oleh IBM (1966). Network database model merupakan
pengembangan dari Hierarchical model. Pembahasan lebih lanjut tentang Database
Model, dapat dibaca di wikipedia-database model.
Database Model : Relation
Konsep Relational Database Model diajukan pertama kali oleh peneliti IBM, Dr. Edgar F. Codd pada tahun 1969, dan merupakan database model yang paling banyak digunakan saat ini.
Konsep Relational Database Model diajukan pertama kali oleh peneliti IBM, Dr. Edgar F. Codd pada tahun 1969, dan merupakan database model yang paling banyak digunakan saat ini.
Dr. Codd pada awalnya
mencari cara baru untuk menangani data dalam jumlah besar. Namun karena
keterbatasan pada Hierarchical dan Network model yang umum digunakan saat itu,
ia menerapkan prinsip matematis dalam menyusun data-data tersebut. Dan karena
memang memiliki keahlian di bidang matematika, Dr.Codd berusaha mencari cara
untuk menyelesaikan permasalahan yang sering timbul dalam database model saat
itu, seperti redundansi data, hubungan antar data, dan ketergantungan kepada
urutan di media penyimpanan.
Dr.Codd mengajukan ide
tentang relational model ini dalam sebuah paper berjudul “A Relational Model of
Data for Large Shared Databanks” pada Juni 1970. Relational
Database model berasal dari 2 cabang ilmu matematika : set theory dan first-order predicate
logic.
Sebuah
relational database menyimpan data dalam ‘relasi’, atau yang
disebut juga tabel. Setiap tabel terdiri dari tuple atau record dan atribut atau field. Urutan penyusunan dalam media penyimpanan fisik
tidak berpengaruh dalam model ini, dan setiap record di dalam tabel
diidentifikasi dengan sebuah field unik.
Relational
Database Model inilah yang paling populer dan banyak diimplementasi dalam
berbagai aplikasi database saat ini, termasuk Oracle dan MySQL.
Aplikasi database untuk relational model, dikenal juga dengan Relational Database Management Systems (RDBMS).
SQL
(Structured Query Language) adalah bahasa pemrograman khusus yang digunakan untuk memanajemen
data dalam RDBMS. SQL biasanya berupa perintah sederhana yang berisi
instruksi-instruksi untuk manipulasi data. Perintah SQL ini sering juga
disingkat dengan sebutan ‘query‘.
sumber:
https://www.duniailkom.com/
https://www.wikipedia.org/

Komentar
Posting Komentar