OBSERVASI BUDAYA
Negara
indonesia memiliki berbagai macam suku yang menghasilkan berbagai macam
kebudayaan juga. Sampai saat ini kebudayaan tersebut masih terus di lestarikan,
meski beberapa orang sudah jarang menggunakannya. Sebagai salah satu mahasiswi universitas
gunadarma, saya mempelajari ilmu budaya dasar. Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang
mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan.
Sebagai
mahasiswa yang tinggal di jauh dari daerah asal, saya mewawancarai ibu sri yang
berada di lingkungan tempat saya tinggal selama untuk mengetahui mengenai
kebudayaan-kebudayaan yang masih beliau lestarikan
Ibu
sri sendiri sekarang sudah berusia 58 tahun, sudah mempunyai anak dan cucu. Ibu
sri berasal dari suku jawa dengan budaya nya yang sangat kaya. walaupun sudah
tidak tinggal di jawa lagi, ibu sri masih menggunakan adat dan kebudayaan jawa
untuk beberapa acara. Seperti ketika dia menikahkan putranya dengan menggunakan
adat jawa.
Beliau
juga menjalankan adat krayan. Adat tersebut dilakukan dilakukan ketika ada bayi
lahir. Krayan sendiri adalah selamatan yang disuguhkan untuk orang-orang yang
mendoakan nak yang baru lahir, setelah selesai orang-orang tersebut diberi
bingkisan berupa makanan yaitu nasi dan lauknya. Di daerah jawa lauknya berupa
gudangan, tahu, tempe, dan ikan asin.
Dalam
komunikasi sehari-hari bersama suaminya pun dia juga masih menggunakan bahasa
daerahnya, yaitu bahasa jawa. Tetapi, untuk komunikasi dengan lingkungan
sekitar eliau menggunakan bahasa
indonesia. Karena, lingkungan sekitar hanya sedikit yang mengerti dan memahami
bahasa jawa. lagi pula lingkungan sekitar banyak yang merupakan perantau yang
berasal dari berbagai daerah.
Karena
lingkungan sekitar yang berasal dari berbagai macam daerah, suku, adat dan
kebudayaan, ibu sri sempat sesekali menanyakan kepada para perantau mengenai daerah
asal dan bagaimana kebudayaan-kebudayaannya dari daerah. Untuk sekedar
mengetahui kekayaan budaya indonesia, katanya.
Ibu
sri sebelum tinggal di daerah depok, beliau sempat berpindah-pindah temat
tinggal. Sebelumnya beliau tinggal di daerah provinsi lampung. Disana beliau
sempat melihat beberapa adat dan kebudayaannya. Dan penduduk daerah sana juga
masih menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi nya. Beliau juga
mengatakan sangat kagum terhadap masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat,
kebudayaan dan bahasa daerahnya
Diakhir wawancara saya
dengan Ibu sri, beliau menyampaikan kepada saya agar bangga dengan kebudayaan
indonesia dan menjujung tinggi kebudayaan yang ada, karena generasi muda saat
ini kurang mengenal dan melestarikan kebudayaan daerah dan negeri sendiri
sehingga beberapa kebudayaan kita seperti tari tradisional dan wayang diakui dan
dicuri oleh negara lain.

Komentar
Posting Komentar